Tampilkan postingan dengan label Pasosore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasosore. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2016

Suatu Siang di Sudut Masjid

😢 Tak tahan air mataku menetes 😭 meski sdh berulang2 baca cerita ini...

Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah.
Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.




Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional.
Satu plastik harganya lima ribu rupiah.
Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku.
Kulihat masih banyak dagangannya. 

Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek.
Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.
“Berapa harganya Nek?”
“Satu plastik kue Lima ribu, nak”, jawab si nenek.
Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
“Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi.”

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya :
“Ya Allah terima kasih banyak Nak. Alhamdulillah! Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit.”

Si nenek langsung jalan.
Refleks aku panggil anak lelaki itu.
“Siapa namamu ? Kelas berapa?”
“Nama saya Radit, kelas 2, pak”, jawabnya sopan.
“Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'”
” Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah.”
“Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?”, tanyaku semakin tertarik.
“Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah SWT ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak”, anak SD itu berbicara dengan fasihnya.
Aku pegang bahu anak itu :
” Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?”
“Ketika saya masih TK, pak”
Tak terasa air mataku menetes :
“Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya…”, kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.
Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata :
“Terima kasih banyak, Pak… Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan… Tapi bapak punya keluarga…. Saya pamit balik ke kelas Pak”.
Radit menyalami tanganku dan menciumnya.
“Allah menjagamu, nak ..”, jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.
Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab : ” Empat puluh ribu rupiah..”
Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : ” Ini saya yang bayar… Kembaliannya berikan kepada si nenek ini..”
“Ya Allah.. Pak…”

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik… 
Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.
Dalam hati aku berdoa semoga Allah SWT terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah SWT.

Sahabat ada kalanya seorang anak lebih jujur dari pada orang dewasa, ajarkan lah anak2 kita dari dini , tindakan nyata yg bukan teori semata.
Read More

Rabu, 17 Februari 2016

Aku membagi Shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku

Dalam sholat, banyak sekali orang yang tergesa2 membaca surat al Fatihah agar cepat terselesaikan sholatnya. Namun taukah sahabat, disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, Allah menjawab setiap ucapan kita.



Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :
"Aku membagi Shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin".
Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim".
Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin".
Allah menjawab : "Hamba-Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in” .
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdubi ‘alaihim waladh-dhoolin.
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan At-Turmudzi).

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat.
Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.”.
(H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud dan An-Nas).

Sahabat, bukankah Allah begitu mulia?
Sudahkah kita memuliakan Allah saat kita berhadapan denganNya?
Apakah Allah menerima shalat yang selama ini kita kerjakan?
Apakah kita shalat hanya untuk memenuhi kewajiban?
Atau ridho Allah yg kita tuju?

Sahabat.
Perbaikilah shalat kita. kita saja malu jika tidak mematuhi perintah manusia, maka malulah kita jika kita tidak mematuhi perintahNya.

Perbaikilah akhiratmu, maka Allah akan beri dunia untukmu.
Read More

Minggu, 14 Februari 2016

BERSYURKUR

Masih tentang rasa syukur sebagai sumber kebahagiaan. 
Ada seorang dermawan yang dari atas gedung menebar uang: 

Rp. 5.000,- 
Rp. 10.000,- 
Rp. 20.000,- 
Rp. 50.000,- 
Rp. 100.000,- 



Di bawah gedung berkerumun banyak orang yang sibuk saling berebut memunguti uang yang berserakan "TANPA ADA YANG PEDULI" sumber uang itu dari SIAPA.
Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi keatas gedung tersebut dan kali ini beralih menebar krikil-krikil kecil kedalam kerumunan orang dibawah, ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya. Mereka panik dan marah, menengadah keatas berusaha "MENCARI TAHU" darimana sumber dari krikil dijatuhkan?
Itulah sikap dari kebanyakan manusia, saat BERKAH (hal yang menguntungkan) datang, semua sibuk tanpa peduli siapa yang memberi dan sedikit sekali yang mampu berterima kasih dan mau mengucap syukur.
Namun saat masalah datang, maka semua akan spontan mencari sumber masalah dan biang keroknya serta marah dan menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi.
"Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja, tetapi tidak mau menerima yang buruk ??"
Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sudah satu paket, baik & buruk, senang & susah, semuanya satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Bila suatu ketika anda "kena giliran" menjalani hal-hal buruk dan susah.
Maka jalanilah dengan tabah dan tetap bersyukur karena hanya itu kuncinya.
Read More

Rabu, 29 Juli 2015

Tenggelamnya Kapal Pesiar

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju skoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.
Read More

Rabu, 15 Juli 2015

Tradisi Unik Perayaan Lebaran di Indonesia


Perayaan Hari Raya Idul Fitri atau hari Lebaran pasti identik dengan bersalam-salaman dan bermaaf-maafan, namun di beberapa daerah di bawah ini, suasana perayaan hari Lebaran terkesan unik dan seru. Penasaran? Berikut adalah beberapa daerah di Indonesia yang menggelar tradisi unik setiap Hari Raya Idul Fitri.
Read More

Minggu, 05 Juli 2015

DUKA ABDURRAHMAN BIN AUF SAAT BERBUKA PUASA

Di kalangan sahabat, Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai seorang yang sangat dermawan.
Ia gemar menyumbangkan hartanya dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu fakir miskin, janda, anak yatim dan jihad di jalan Allah Subhanallah Ta'ala.
Read More

Sabtu, 04 Juli 2015

Kisah Zaid bin Sahl

Sahabat Nabi (Abu Tholhah) Radiyallah Anh:
Bismillah,,,
Zaid bin Sahl adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang memiliki suara keras menggelegar. Ia lebih akrab dipanggil dengan julukan Abu Tholhah. Ia juga telah masuk Islam sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.
Read More

Rabu, 01 Juli 2015

Kisah Seorang Istri dan Pengemis

KISAH KEAJAIBAN : Seorang ISTRI dan PENGEMIS
Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".
Read More

About Me

Popular Posts

Designed By Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates