LEBAK - Belum banyak yang tahu, bila di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, terdapat perkebunan teh yang cukup luas.Sejak satu bulan belakangan ini, Bupati Iti Octavia Jayabaya, serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Lebak, kerap membicarakan perkebunan teh di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber.
Kepada para wartawan, Bupati Iti Octavia kerap bercerita tentang keindahan suasana pemandangan perkebunan teh tersebut. Karena didorong rasa penasaran cerita dari Bupati, maka pekan lalu, Banten Raya menuju Cibeber untuk melihat langsung perkebunan teh tersebut.
Setibanya di lokasi, tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, ternyata benar apa yang diceritakan Bupati Iti Octavia Jayabaya. Di Cikuya ada 120 hektar perkebunan teh yang ditanam oleh pengusaha dari luar Lebak.
Dari 120 hektar tersebut, baru 40 hektar yang sudah mulai bisa dipetik. Selain menguntungkan bagi pajak daerah, keberadaan perkebunan teh yang pertama di Lebak ini pun, menguntungkan masyarakat sekitar Desa Hegarmanah. Mengapa demikian? karena tenaga kerja yang diberdayakan, sebagian besar menggunakan masyarakat setempat.
Yang lebih menakjubkan lagi, suasana perkebunan teh di Kampung Cikuya, nyaris mirip dengan suasana perkebunan teh di Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Selain hawanya sangat dingin, udara disekitar lokasi perkebunan teh itupun sangat bersih.
“Dulu, sebelum dilirik investor perkebunan teh, lahan diperbukitan di kampung kami ini, merupakan lahan yang tidak produktif. Namun setelah disulap menjadi perkebunan teh, maka tidak hanya mendukung perekonomian rakyat melalui tenaga kerjanya, tetapi menjadikan Cikuya memiliki daerah wisata perkebunan teh,” kata Sarman, warga Kampung Cikuya.
Mengingat baru 40 hektar yang digunakan untuk penanaman teh, maka secara bertahap, lahan seluas 120 hektar yang masih tersisa tentu akan terus berkembang menjadi lahan perkebunan teh yang baru. Dengan semakin luas jumlah perkebunan tehnya, tentu pemkab berharap akan semakin banyak pula tenaga kerja yang akan terserap.
Karena suasananya nyaris menyerupai perkebunan teh di Puncak, Cianjur, maka pemkab pun berharap, suatu saat nanti, perkebunan teh di Cibeber, menjadi lokasi wisata, yang mampu membawa daya tarik tersendiri bagi masyarakat Lebak, maupun masyarakat dari luar Banten untuk mengunjunginya.
“Belum lama inipun, saya bersama Ibu Bupati dan rekan-rekan pejabat pemkab, datang langsung ke perkebunan teh. Harus kami akui, keberadaannya tidak jauh berbeda dengan perkebunan teh di Puncak, Cianjur. Selain itu, pemkab tentu bangga, karena perusahaan perkebunan teh tersebut menggunakan tenaga kerja lokal,” kata Asda II Pemkab Lebak Budi Santoso. (Hudaya Meidana)
Setibanya di lokasi, tepatnya di Kampung Cikuya, Desa Hegarmanah, ternyata benar apa yang diceritakan Bupati Iti Octavia Jayabaya. Di Cikuya ada 120 hektar perkebunan teh yang ditanam oleh pengusaha dari luar Lebak.
Dari 120 hektar tersebut, baru 40 hektar yang sudah mulai bisa dipetik. Selain menguntungkan bagi pajak daerah, keberadaan perkebunan teh yang pertama di Lebak ini pun, menguntungkan masyarakat sekitar Desa Hegarmanah. Mengapa demikian? karena tenaga kerja yang diberdayakan, sebagian besar menggunakan masyarakat setempat.
Yang lebih menakjubkan lagi, suasana perkebunan teh di Kampung Cikuya, nyaris mirip dengan suasana perkebunan teh di Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Selain hawanya sangat dingin, udara disekitar lokasi perkebunan teh itupun sangat bersih.
“Dulu, sebelum dilirik investor perkebunan teh, lahan diperbukitan di kampung kami ini, merupakan lahan yang tidak produktif. Namun setelah disulap menjadi perkebunan teh, maka tidak hanya mendukung perekonomian rakyat melalui tenaga kerjanya, tetapi menjadikan Cikuya memiliki daerah wisata perkebunan teh,” kata Sarman, warga Kampung Cikuya.
Mengingat baru 40 hektar yang digunakan untuk penanaman teh, maka secara bertahap, lahan seluas 120 hektar yang masih tersisa tentu akan terus berkembang menjadi lahan perkebunan teh yang baru. Dengan semakin luas jumlah perkebunan tehnya, tentu pemkab berharap akan semakin banyak pula tenaga kerja yang akan terserap.
Karena suasananya nyaris menyerupai perkebunan teh di Puncak, Cianjur, maka pemkab pun berharap, suatu saat nanti, perkebunan teh di Cibeber, menjadi lokasi wisata, yang mampu membawa daya tarik tersendiri bagi masyarakat Lebak, maupun masyarakat dari luar Banten untuk mengunjunginya.
“Belum lama inipun, saya bersama Ibu Bupati dan rekan-rekan pejabat pemkab, datang langsung ke perkebunan teh. Harus kami akui, keberadaannya tidak jauh berbeda dengan perkebunan teh di Puncak, Cianjur. Selain itu, pemkab tentu bangga, karena perusahaan perkebunan teh tersebut menggunakan tenaga kerja lokal,” kata Asda II Pemkab Lebak Budi Santoso. (Hudaya Meidana)
Sumber: http://www.bantenraya.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar