CILEGON – Kota Cilegon terkenal dengan Kota Industri,
namun ternyata di kota kecil itu masih menyisakan perkebunan eksotik,
salah satunya Perkebunan Buah Naga yang saat ini ramai dikunjungi warga
sekitar.
Warga bebas masuk ke lokasi tanpa dipungut bayaran. Warga juga bebas berfoto dengan buah berwarna merah itu. Warga hanya dikenakan biaya jika memetik Buah Naga dengan dibandrol sekitar Rp 30.000 per kilogramnya.
Pada Minggu (27/12) siang, Banten Raya berkunjung ke lokasi Perkebunan Buah Naga tersebut. Untuk menuju lokasi memang perlu dibutuhkan perjuangan ekstra. Ini dikarenakan untuk sampai ke tempat tujuan diperlukan niatan yang kuat. Sebab harus melewati jalan yang berliku dan menanjak.
Meski jalan sudah teraspal, namun diharapkan dalam berkendara diperlukan kehati-hatian karena di wilayah sekitar banyak terdapat curam akibat galian C eksploitasi lahan, ditambah jalan yang cukup sempit yang hanya muat satu kendaraan roda empat saja. Namun begitu, ketika sampai di lokasi kita akan dimanjakan dengan suasana perbukitan yang cukup asri. Pepohonan masih tampak hijau.
Berkunjung ke Taman Buah Naga itu juga tidak perlu khawatir kelaparan atau kepanasan, ini dikarenakan di lokasi sekitar terdapat saung yang sudah disediakan pengelola dengan menyediakan berbagai makanan yang siap disajikan kepada para pengunjung dengan harga tak merogoh kocek terlalu dalam.
Namun cukup disesalkan, pada saat Banten Raya berkunjung pengelola baru saja panen Buah Naga. Sehingga buah yang biasa digunakan untuk minuman segar itu hanya tersedia sedikit. Namun begitu pengunjung tetap datang untuk menikmati suasana asri di wilayah sekitar, baik hanya sekedar mencari udara segar atau hanya untuk foto-foto.
Adalah Sutrisno (35) pengelola Waras Farm. Dia menceritakan, awalnya Buah Naga yang ditanam di wilayah perkebunannya hanya sebatas uji coba apakah tanaman Buah Naga cocok ditanam di wilayah Cilegon. Namun ternyata buah tersebut tumbuh subur dan bahkan berbuah lebih cepat. Melihat pertumbuhan yang cukup baik, akhirnya pengelola mengembangbiakannya.
Saat ini, Buah Naga yang ditanam di wilayah sekitar terdapat lebih dari 1.000 batang. “Kita juga awalnya tidak menyangka kalau Buah Naga ini bisa berkembang dengan baik. Biasanya kan tanaman akan sulit tumbuh bila iklimnya berbeda. Ternyata setelah kita coba Buah Naga cocok ditanam disini,” paparnya.
Dia mengaku cukup senang warga antusias menyambut Taman Buah Naga tersebut. Ini dikarenakan biasanya Buah Naga cukup sulit didapatkan. Sebab hanya ditanam di daerah tertentu saja. Saat ini, kata dia, Waras Farm juga bukan hanya sebagai penghasilan tanaman Buah Naga, namun menjadi tempat pembelajaran budi daya tanaman bagi para pelajar.
“Banyak dari pihak sekolah melakukan ujian praktek di sini, mulai dari PAUD (pendidikan usia dini) hingga SMA. Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah dengan biaya yang sangat ringan. Kami juga membagikan bibit buah naga untuk ditanam di wilayah sekolah atau pekarangan rumah setelah melakukan ujian praktek,” paparnya.
Sementara itu, Laura Irawati salah seorang pengunjung mengaku penasaran ketika mendengar ada kebun Buah Naga di Cilegon. Akhirnya dia mencari tahu informasi tersebut dan ternyata benar. “Saya terus terang baru tahu dari teman-teman tentang kebun buah di Cikerai Cilegon. Dan ternyata memang benar, banyak buah naga yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung yang datang.
Selain buah naga, ada sawo, cabai, pepaya, terong bahkan pohon pucuk merah yang bisa dibeli. Tapi yang paling dominan memang buah naga dan anak-anak excited sekali memetiknya meski udara sangat panas tadi. Tempat seperti ini sangat diperlukan di Cilegon,” ujarnya. (USMAN TEMPOSO)
Sumber: http://www.bantenraya.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar